Perjalanan Dua Belas Pengintai
Perjalanan para pengintai dimulai ketika Musa, atas perintah Tuhan, mengutus dua belas orang untuk mengintai tanah Kanaan. Setiap pengintai berasal dari salah satu suku Israel. Tugas mereka adalah menilai tanah, orang-orangnya, dan kota-kotanya, serta membawa kembali hasil dari tanah tersebut.
Setelah empat puluh hari, para pengintai kembali dengan membawa buah-buahan dari tanah tersebut, termasuk anggur, delima, dan buah ara. Mereka melaporkan bahwa tanah itu memang berlimpah susu dan madu, tetapi orang-orang yang tinggal di sana kuat dan kota-kotanya berbenteng.
Kaleb, salah satu pengintai, menenangkan orang-orang dan menyatakan bahwa mereka harus maju dan mengambil tanah itu, karena mereka pasti bisa mengalahkannya. Namun, sepuluh pengintai lainnya menyebarkan laporan buruk, menakut-nakuti bangsa Israel dengan mengatakan bahwa mereka tidak mungkin mengalahkan penduduk tanah tersebut.
Akibatnya, seluruh umat Israel bersungut-sungut melawan Musa dan Harun, dan mereka ingin kembali ke Mesir. Tuhan marah dengan ketidakpercayaan mereka dan memutuskan bahwa generasi itu tidak akan masuk ke tanah perjanjian. Hanya Yosua dan Kaleb, yang menunjukkan iman dan keberanian, yang diizinkan masuk ke tanah Kanaan.
Peristiwa ini mengajarkan pentingnya iman dan ketaatan kepada Tuhan, serta konsekuensi dari ketidakpercayaan dan ketidaktaatan.
[Kel 13:1-33]